Minggu, 26 Oktober 2008

PILKADA KARANGANYAR

KARANGANYAR, MINGGU (KOMPAS.COM)- Pasangan calon bupati dan wakil bupati Karanganyar, Rina Iriani Sri Ra tnaningsih-Paryono sementara ini unggul jauh dari pesaing terkuatnya, pasangan Juliyatmono-Sukismiyadi, dalam Pemilihan Bupati/Wakil Bupati Karanganyar Periode 2008-2013, Minggu (26/10). Sementara pasangan Romdloni-Silo Hadi Rahtomo jauh tertinggal dari k edua pasangan ini.
Hingga Minggu malam, sekitar pukul 21.15 data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karanganyar, 85 persen atau 1.263 Tempat Pemungutan Suara (TPS) telah melaporkan hasil perolehan suara sementara. Hasil sementara, pasangan Romdloni-Silo Hadi Rahtomo memperoleh 6.053 suara (1,60 persen), pasangan Juliyatmono-Sukismiyadi memperoleh 141.545 suara (37,39 persen), dan pasangan Rina-Paryono memperoleh 230.963 (61,01 persen).
Rina sejak petang, menyatakan unggul dari pasangan Juliyatmono-Sukismiyadi. Bahkan Rina mengaku menang 100 persen di beberapa TPS di Gondangrejo dan Jaten. "Saya optimis menang. Saya merasa rakyat masih mencintai saya. Buktinya sejak pemungutan suara, telepon saya tidak pernah berhenti. Luar biasa dukungannya," ujar Rina.
Dari data sementara, di TPS 1 Cerbonan, Karanganyar tempat Rina menyoblos, pasangan Rina-Paryano mengumpulkan 215 suara dari 421 suara yang sah, disusul pasangan Juliyatmono-Sukismiyadi sebanyak 85 suara, dan pasangan Romdlono-Silo Hadi memperoleh 21 suara.
Seme ntara Juliyatmono meraih suara 65 persen di TPS tempat ia mencoblos di Pokoh, Ngijo, Tasikmadu. Sedangkan Romdloni kalah telak di TPS tempatnya mencoblos di Wonorejo Lor, Tuban, Gondangrejo. Dari 216 pemilih, pasangan Romdloni-Soli Hadi hanya memperoleh 4 3 suara, sedangkan 104 diambil pasangan Rina-Paryono dan pasangan Juliyatmo-Sukismiyadi mendapat 53 suara.
Juliyatmono yang sebelum ini sangat optimistis dirinya tampil sebagai pemenang dengan meraih 50 persen suara. Perolehan suara sebenarnya sulit diprediksi. Siapa yang bisa menebak suara hati. Akan tetapi saya optimistis memang, katanya usai pencoblosan.
Untuk penghitungan suara, Ketua KPU Karanganyar Sutopo menyatakan pihaknya menggunakan dua sistem, yakni cara elekronik dan manual. Pengiriman hasil pemilihan sementara secara elekronik dikirim melalui pesan layanan singkat (SMS), sedangkan lewat manual lewat pengiriman kurir atau caraka.
Proses pemilihan bupati/wakil bupati Karanganyar ini dinodai dengan kasus politik uang (money politics). Anggota Panitia Pengawas (Panwas) Divisi Pengawasan dan Penerimaan Laporan Kecamatan Jaten, Sugeng Aryadi Dwi Wibowo mengungkapkan, seorang warga Dukuh Sobayan, Desa Brujul, Jaten bernama Sukarno (48) dilaporkan memberi uang kepada tetangganya, Bambang Hermanto (2 0). Tindakan Sukarno dilaporkan warga lainnya, Jumadi dan Gendro.
Sukarno dilaporkan memberi uang Rp 10.000 yang ditempelkan di selebaran kecil bergambar foto pasangan nomor dua dan mencantumkan visi misi, kata Sugeng mewakili Ketua Panwas Kecamatan Jaten Suwarmanto.
Sri Rejeki,Sonya Helen Sinombor Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network

1 komentar:

M. Ja'far Nashir mengatakan...

Yach maklum kang la wong bu rina dalam kepemimpinannya baik dan tidak punya cacat di masyarakat...jadi ya 1:0 dech
selamat ya bu rina semoga mampu mengemban amanah dengan sungguh-sungguh. salam. "wong magelang"